by

Ini Dia Saat Sempurna untuk Menghasilkan Madu Berkualitas Tinggi

Siapa yang tidak mengenal madu ? Cairan manis ini sudah lama dikenal memiliki banyak manfaat dan juga banyak dicari karena memiliki rasa yang memang sangat enak serta karena dapat digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula. Madu dihasilkan oleh lebah yang mengumpulkan nektar dan deposit dari tanaman yang kemudian diubah dan dikumpulkan dalam sarang lebah. Lebah sendiri merupakan hewan kelas insecta atau serangga dan dikelompokan kedalam genus Apis. Jenis lebah yang paling umum dibudidayakan dan memang sangat efektif menghasilkan madu adalah jenis Apis cerana yang juga merupakan lebah asli Indonesia.

Kuantitas madu yang dihasilkan oleh lebah sendiri tergantung pada musim yang sedang berlangsung. Saat yang paling tepat untuk mendapatkan madu dengan kuantitas yang besar adalah saat pergantian antara musim hujan ke musim kemarau. Pada saat tersebut nektar yang tersedia di alam  sangat melimpah karena bunga dan tanaman lain penghasil nektar juga tersedia dengan jumlah yang banyak. Atau jika hujan turun selang-seling justru lebih bagus karena nektar akan selalu ada.

Madu

Namun untuk soal kualititas sebenarnya madu yang dihasilkan pada musim kemarau justru lebih baik daripada madu yang dihasilkan saat musim penghujan. Hal tersebut karena kandungan air pada madu saat musim kemarau lebih sedikit sehingga madu yang dihasilkan jauh lebih murni. Kadungan air pada madu yang dihasilkan pada musim penghujan adalah sekitar 20 persen berbanding dengan madu yang dhasilkan pada musim kemarau yang bisa memiliki kandungan air sekitar 17 persen saja. Kendati demikian kadar air pada madu juga dapat dipengaruhi oleh tanaman yang dihisap nektarnya oleh lebah. Tanaman yang sari bunganya memiliki kandungan air yang tinggi akan membuat madu juga memiliki kandungan air yang juga tinggi.

Musim juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempegaruhi rasa dari madu. Pada musim kemarau karena kandungan airnya lebih sedikit maka madu pun akan terasa lebih manis. Namun sari bunga dari tanaman yang dihisap lebah juga dapat mempengaruhi variasi rasa dari madu itu sendiri. Madu juga dapat memiliki rasa pahit saat lebah menghisap sari bunga yang lebih kental pada akhir musim bunga.

Dalam satu tahun jika musim kemarau berlangsung tidak terlalu panjang seoorang peternak lebah dapat memanen madu hingga 6-7 kali. Berbeda jika kemarau yang berlangsung cukup panjang maka panen hanya dapat dilakukan 4-5 kali saja. Biasanya dalam satu kotak kloni terdapat beberapa lempengan sarang yang berjumlah 4 atau 5 lempengan tergantung ukuran kotak sarangnya. Untuk beratnya sendiri juga bervariasi dari 2-4 kg per sarang.

Madu memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bervariasi di dalamnya. Kandungan tertinggi pada madu adalah fruktosa dengan kadar 38 persen dan disusul glukosa dengan kadar sekitar 31 persen. Dua zat tersebut lah yang membuat madu memiliki rasa yang sangat manis. Fruktosa sendiri merupakan zat yang bisa disebut sebagai gula alami yang memiliki rasa jauh lebih manis dari pemanis buatan  dan memberikan energi yang juga lebih banyak saat dikonsumsi. Kandungan lain yang terdapat pada madu adalah maltosa, sukrosa, air, dan zat-zat lain seperti asam amino, antioksidan, vitamin, dan mineral.

Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan di atas Anda harus menjadikan musim sebagai salah satu bahan pertimbangan baik saat ingin membeli atau ingin memulai usaha peternakan lebah madu. Hal ini karena musim merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas madu itu sendiri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *